Oklahoma mempertimbangkan rancangan undang-undang taruhan olahraga di tengah beberapa perselisihan yang masih belum terselesaikan – Gedung Capitol Oklahoma kembali memanas pada awal sesi legislatif tahun ini. Para pembuat kebijakan sekali lagi membawa topik taruhan olahraga ke meja perundingan. Upaya melegalkan aktivitas ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa hasil nyata. Namun, tekanan ekonomi dan kompetisi regional kini memaksa mereka untuk bergerak lebih cepat. Oklahoma kini dikelilingi oleh negara bagian los303 yang telah melegalkan taruhan olahraga. Kansas di utara telah meraup keuntungan besar dari pajak taruhan. Fakta ini membuat legislator Oklahoma merasa tertinggal dan kehilangan potensi pendapatan yang signifikan.
Rancangan undang-undang terbaru kini sedang dalam tahap peninjauan komite. RUU ini bertujuan membuka pasar taruhan olahraga secara ritel dan daring. Pendukung RUU berpendapat bahwa warga Oklahoma sudah melakukan taruhan secara ilegal. Mereka menggunakan situs luar negeri yang tidak aman atau pergi ke negara bagian tetangga. Oleh karena itu, melegalkan aktivitas ini akan membawa uang tersebut kembali ke kas negara bagian. Dana pajak dari taruhan olahraga rencananya akan mengalir ke sistem pendidikan publik.
Ketegangan Sejarah dengan Suku Asli
Hambatan terbesar dalam proses ini bukanlah masalah moralitas perjudian. Masalah utamanya terletak pada hubungan rumit antara Pemerintah Negara Bagian dan suku-suku asli Amerika. Oklahoma adalah rumah bagi puluhan suku berdaulat yang mengoperasikan kasino sukses. Suku-suku ini memegang hak eksklusif atas perjudian kelas III berdasarkan kesepakatan atau compact yang ada. Mereka memandang setiap upaya ekspansi perjudian oleh negara bagian sebagai ancaman terhadap kedaulatan ekonomi mereka.
Gubernur Kevin Stitt memiliki sejarah hubungan yang tegang dengan para pemimpin suku. Perselisihan masa lalu mengenai renegosiasi compact masih menyisakan luka. Akibatnya, suku-suku tersebut sangat berhati-hati terhadap usulan apa pun yang datang dari kantor gubernur. Mereka menuntut agar suku memegang kendali penuh atas operasional taruhan olahraga. Suku tidak ingin operator komersial luar mengambil alih pasar lokal mereka. Membangun kembali kepercayaan ini menjadi langkah krusial sebelum undang-undang apa pun bisa lolos.
Perdebatan Sengit Mengenai Taruhan Seluler
Titik kemacetan spesifik lainnya menyangkut taruhan seluler atau mobile betting. Semua pihak sepakat bahwa taruhan daring adalah masa depan industri ini. Mayoritas pendapatan taruhan olahraga di negara bagian lain berasal dari aplikasi ponsel. Namun, mekanisme pelaksanaannya memicu perdebatan sengit. Suku-suku menginginkan agar server taruhan seluler berlokasi fisik di tanah mereka. Mereka juga ingin memegang lisensi utama untuk setiap platform daring atau aplikasi (“skin”) yang beroperasi.
Di sisi lain, beberapa legislator dan pelobi komersial menginginkan pasar yang lebih terbuka. Mereka ingin mengizinkan operator nasional besar masuk tanpa harus terikat penuh pada kasino suku. Suku melihat usulan ini sebagai pelanggaran terhadap hak eksklusif mereka. Mereka khawatir pasar terbuka akan menggerus pendapatan kasino fisik mereka. Menemukan jalan tengah dalam model taruhan seluler ini sangatlah sulit. Tanpa kesepakatan soal komponen digital ini, RUU tersebut hampir pasti akan gagal lagi.
Tekanan Ekonomi dari Tetangga
Argumen ekonomi semakin mendominasi diskusi di lantai senat. Laporan terbaru menunjukkan jutaan dolar mengalir keluar dari Oklahoma setiap akhir pekan pertandingan. Warga Oklahoma dengan mudah melintasi perbatasan ke Kansas untuk memasang taruhan legal. Fenomena ini menciptakan rasa urgensi di kalangan legislator yang sebelumnya ragu. Mereka menyadari bahwa sikap pasif hanya akan menguntungkan negara bagian tetangga.
Kelompok bisnis lokal juga mulai bersuara. Mereka melihat taruhan olahraga sebagai cara untuk meningkatkan pariwisata dan kunjungan ke tempat hiburan. Restoran dan bar olahraga ingin bermitra dengan operator taruhan untuk mengadakan acara nonton bareng. Selain itu, legalisasi akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi dan kepatuhan. Potensi ekonomi ini terlalu besar untuk mereka abaikan terus-menerus.
Mencari Solusi Jalan Tengah
Senator yang mensponsori RUU ini sedang bekerja keras melobi rekan-rekannya. Mereka berusaha menyusun bahasa hukum yang menghormati kedaulatan suku sekaligus memenuhi kepentingan negara bagian. Beberapa usulan kompromi mulai muncul ke permukaan. Salah satunya adalah memberikan suku hak eksklusif untuk bermitra dengan vendor teknologi pilihan mereka. Negara bagian hanya akan berperan sebagai regulator dan pengumpul pajak dengan tarif wajar.
Gubernur Stitt baru-baru ini memberikan sinyal yang sedikit lebih lunak. Ia menyatakan kesediaan untuk menandatangani RUU jika itu adil bagi seluruh warga Oklahoma. Selanjutnya, Asosiasi Indian Gaming Oklahoma (OIGA) tetap teguh pada pendirian mereka. Mereka menegaskan bahwa setiap ekspansi perjudian harus melalui proses negosiasi pemerintah-ke-pemerintah. Mereka menolak RUU yang memotong jalur diplomasi resmi tersebut.
Kesimpulan
Nasib taruhan olahraga di Oklahoma masih menggantung di udara. Keinginan publik untuk bertaruh secara legal sangat tinggi. Potensi pendapatan pajak juga sangat menggiurkan bagi kas negara. Meskipun demikian, sejarah perselisihan politik dan hukum antara negara bagian dan suku asli menjadi tembok tebal. Legislator harus menavigasi isu sensitif ini dengan sangat hati-hati. Tahun 2026 bisa menjadi tahun bersejarah jika mereka berhasil meruntuhkan tembok ketidakpercayaan tersebut. Namun jika gagal, Oklahoma akan tetap menjadi penonton sementara tetangganya merayakan keuntungan.
