kiano88 impian789 alexa99 los303 dahlia77
rajaburma88
los303

Dua Tangan Ajaib Pengubah Nasib

Dua Tangan Ajaib Pengubah Nasib

Alisson dan Szczesny adalah kiper sepak bola Liga Champions Eropa menjadi meriah berkat kisah kepahlawanan dua kiper kawakan Alisson Becker dan Wojciech Szczesny. Liverpool serta Barcelona dapat menjauhi kodrat kurang baik. Momen berseminya Alisson serta Szczesny lumayan sangat jarang mengenang kodrat kiper yang sering jadi kambing gelap kekalahan regu.

Berlainan dengan penyerbu, kiper amat kerap jadi target kekesalan pendukung. Berapa juga banyaknya pengamanan mereka jalani, itu hendak terabaikan bila terdapat satu berhasil yang berkandang. Perihal kebalikannya dirasakan penyerbu. Mereka hendak senantiasa dipuja dikala mengecap berhasil walaupun lebih dahulu membuang- buang banyak kesempatan.

Kodrat para kiper yang sering dijadikan alibi kekalahan regu dilukiskan dengan elok oleh cerpenis Urugay, Eduardo Galeano. Ke mana juga mereka berjalan, rumput tidak sempat berkembang.

Momen seorang kiper mendapatkan sorotan sedemikian besar dalam satu pertandingan tergolong jarang terjadi. Dari sedikit kesempatan itu, Alisson dan Szczesny menjadi dua di antaranya. Mereka mengantarkan tim masing-masing mencetak kemenangan pada pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa, Kamis (6/3/2025) dini hari WIB.

Selama peperangan, PSG membebaskan 27 depakan dengan 10 di antara lain membidik pas ke gawang. Tetapi, dari seluruh eksperimen tembakan itu, tidak terdapat satu juga yang berkandang di gawang Liverpool. Itu seluruh berkah tangan fantastis Alisson, kiper awal timnas Brasil.

Banyaknya serangan mengisyaratkan peperangan kayaknya hendak selesai buat kemenangan KENCANA69. Hendak namun, yang terjalin malah kebalikannya. Liverpool pergi selaku juara berkah berhasil semata boneka Harvey Elliott, 3 menit menjelang durasi wajar selesai.

Tidak hanya dituntut buat mengamankan gawang, kiper pula dibebani kewajiban buat menolong serbuan. Alisson mengemban kewajiban itu dengan amat bagus alhasil tidak cuma menghindarkan Liverpool dari kegagalan, apalagi sampai mencapai kemenangan berarti.

Walaupun sedemikian itu, Alisson tidak ingin besar kepala. Bagi ia, kemenangan Liverpool dicapai berkah kegiatan keras semua regu. Statment itu tidak seluruhnya salah. Tidak hanya tangan fantastis Alisson, para pemeran PSG pula relatif tidak sering memperoleh kesempatan beresiko.

Perihal itu diakibatkan para pemeran Liverpool melindungi supaya zona kotak denda tidak diinvasi PSG. Dengan sedemikian itu, para pemeran PSG hendak terdesak membebaskan tembakan jarak jauh yang dengan gampang dimentahkan Alisson. Tercatat hanya beberapa peluang dari Ousmane Dembele, Bradley Barcola, dan Khvicha Kvaratskhelia yang berhadapan langsung dengan Alisson. Semua peluang itu nyatanya masih mampu digagalkan dari jarak dekat.

Ini pula yang jadi alibi walaupun mencatatkan 10 tembakan pas target, angka xG PSG lumayan kecil, ialah cuma 1, 82. Dari 10 tembakan pas target itu, cuma 3 yang angka xG- nya lumayan besar sebab berdekatan langsung dengan Alisson di dalam kotak denda.

Cerita keberanian seragam ditorehkan Szczesny yang menolong Barca berhasil 1- 0 atas tuan rumah Benfica di Estadio da Luz, Lisabon. Begitu juga Liverpool serta PSG, peperangan antara Barca serta Benfica pula berat sisi sehabis Pau Cubarsi terserang kartu merah pada menit ke- 22. Main dengan 10 orang, Barca jadi target benyek serbuan Benfica.

Bila tanpa tangan fantastis Szczesny, Barca telah tentu kembali dengan tangan hampa. Benfica membebaskan 26 depakan dengan 8 di antara lain pas target. Tetapi, tidak terdapat yang berhasil berhasil. Kebalikannya, Barca sanggup menang berkah berhasil semata boneka dari Raphinha pada menit ke- 61.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *